Wednesday, June 4, 2008
Perjalanan hidup
Perjalanan dalam kehidupan itu bukan sesuatu yang mudah dan bukan mudah juga untuk bernafas dalam jiwa hamba. Kemana arah tuju jika kita tidak mengenal siapa diri kita, pasti akan lalai dan leka bukan? Himpunlah doa dipohon harapan, bermuaralah doa kepada Allah, supaya ikhtiar usaha bersama nur dari Allah, agar terang jalan kebahgiaan. kadang kita terfikir, sepi benar hidup ini, mengapa tiada tenang diahati, mengapa perlu ada gelisah dijiwa? Wahai insan semua itu adalah hiasan kehidupan agar kehidupan ini lebih bererti. Biarlah kita dicampak kedalam suatu daerah yang penuh dengan kekafiran serta kekufuran, tetapi hati kita tetap pada yang Esa. Disitu letak iman yang begitu teguh. "Harapanku moga dikurniakan manisnya iman berpanjangan moga lautan hilang gelora teguh belayar"
Tuesday, June 3, 2008
Pentas Lakonan Dunia.
Dunia ini begitu fana, seperti didalam mimpi. Didalam mimpi kita mampu merasa juga didunia kita juga mampu merasa, jadi mimpi dan dunia ini seakan2 sama yakni kefanaan kedua2nya. Dunia ini adalah tempat dimana ujian bertandang tidak kira sama ada besar atau kecil, yang pasti dunia ini memang fana, tempat permainan jasad, sedang mati itu penyudahnya bagi jasad, bagi roh meneruskan perjalanan menuju ke alam seterusnya. Perhatikan disini, berapa ramaikah manusia yang sedar akan perkara ini? Tika takdir yang berat menimpa terima sahajalah, tika orng berbuat buruk terhadap kita bersabarlah, kerana kita cuma pelaku kepada takdir yang tertulis di lauh mahfuz. Kita cuma pelakon yang melakonkan watak masing2 sebagai khalifah Allh SWT dimuka bumi ini. Tika buntu kembali kepada Allah, tika kecewa carilah Allah, tika marah mohonlah ampun dari Allah, tika benci menyelubungi diri, ingatlah Allah itu tidak membenci, tidak pernah Allah membenci hamba yang disayangiNya. Begitu luas bukti tentang kebesaran dan kekuasaan Allah mengapa harus kita butakan mata untuk melihat semua itu, tika diri hilang segalanya, bermakna apa yang kita perolh itu bukan terbaik untuk kita. Akan diberi ganti nnt. Bila Allah cepat memakbulkan doamu, Dia menyayangimu. Bila Dia lambat memakbulkan doamu, maka Dia mengujimu. Bila Dia tidak makbulkan doamu, maka Dia merancang sesuatu yang lebih baik untukmu. Berfikirlah wahai bani insan....
Monday, June 2, 2008
Sunday, June 1, 2008
Gerimis
Tika terkuak jendela hari,
Fajar pun belum menyingsing lagi
Tercarti-cari kemana telah pergi
Dia yang pernha menemani disisi
Kuharap sinar menerang kabus
Agar terang lorong perjalanan ku
Ku sangka cerah siangku hari ini
Mendung pula menutupi
Gerimis ini berlalu pergi
Menghantar sayup pilu dihati
Gerimis ini bagai mengerti
Dikau yang pergi takkan kembali
Menyeka gerimis yang gugur dipipi
Terlimpah kenangan yang pernah terlukis
Dalam gerimis yang bagaikan mengerti
Kupujuk diriku tidak menyesali
Pemergianmu tertulis di azali
Namun hati ini sukar sukar ku fahami
Kehilangan mu tak berganti
Fajar pun belum menyingsing lagi
Tercarti-cari kemana telah pergi
Dia yang pernha menemani disisi
Kuharap sinar menerang kabus
Agar terang lorong perjalanan ku
Ku sangka cerah siangku hari ini
Mendung pula menutupi
Gerimis ini berlalu pergi
Menghantar sayup pilu dihati
Gerimis ini bagai mengerti
Dikau yang pergi takkan kembali
Menyeka gerimis yang gugur dipipi
Terlimpah kenangan yang pernah terlukis
Dalam gerimis yang bagaikan mengerti
Kupujuk diriku tidak menyesali
Pemergianmu tertulis di azali
Namun hati ini sukar sukar ku fahami
Saturday, May 31, 2008
Rintangan dalam kehidupan..
Kita semua pernah merasa sebaknya hati, remuknya hati bila sesuatu yang kita harapkan menjadi sebaliknya.. Kita bertanya pada diri, apakah salah kita, lantas kita melupakan kelebihan tatkala berlakunya rintangan itu.. Rintangan itu menjadikan kehidupan ini manis, ya, kehidupan akan terasa manisnya bila rintangan itu dapat kita lalui dengan hati yang redha.. Kita ini hidup dilautan dunia yang pastinya sentiasa berombak, kekadang membawa kepada ribut, hanya nakhoda yang bijak akan terselamat.. Mengemudi kehidupan ini sukar tanpa panduan dari Allah, penulis pernah ditanya bagaimana kita untuk berdialog dengn Allah sedang kita manusia biasa bukan nabi, jawapannya mudah, bukalah al-quran, bukalah tafsir kita akan merasa seolah2 Allah sedang berbicara dengan kita, berdoalah dengan penuh keikhlasan dan harapan, kita akan merasa seolah2 Allah itu menjawab segala rintihan kita.. Hati yang remuk itu akan terubat, hati yang kecewa itu akan gembira kerana Allah Maha Penyayang lagi Mengasihi hambaNya, Dia tidak akan membiarkan hambaNya begitu sahaja setelah merintih padaNya. Sayangilah orng sekeliling kita, bagimana jahat pun orng itu syangilah mereka, kerana pabila kita sayang pada orng sekeliling kita maka rasa sayang itu akan tertumpah pada kita jua akhirnya. Maafkan dan lupakan kesalahan insan, kerana kita juga insan biasa yang melakukan kesalahan, perbaikilah silaturahim kerana disitu ada kekuatan yang tiada bandingannya bagi orng yang memahami.. Rintangan dalam kehidupan itu adalah kerana Allah menyayangimu.. Wahai tuhan yang membalik-balik kan hati, tetapkan hati kami dalam agamaMu...
Friday, May 30, 2008
Bersama
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus-asa
Walau dugaan datang melanda
Dikau pernah berntanya
Bila bahgia akan tiba
Ku berkata bersabarlah
Serahkan saja pada yang Esa
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin kulupa
Kenangan indah ita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi selagi ku masih disini
Kini terungkap sudah kisah hidup kita
Berbekal taqwa dan sabar
Pastikan berjaya
Malaikatmu wahai anak...
Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia...
Dia bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat disini mengatakan bahawabesok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara sayahidup disana; saya begitu kecil dan lemah ?"
Dan Tuhan menjawab:"Aku telah memilih satu malaikat ntukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi bertanya lagi:"Tetapi disini; didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalahbernyanyi, bermain dan tertawa...Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akanmerasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia"
"Dan bagaimana bisa saya mengerti disaat orang-orang berbicara kepada saya jika saya tidak mengertibahasa mereka?"
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan
penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara berbicara."
"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"
"Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungisaya?"
"Malaikatmu akan melindungimu; walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya"
"Tapi, saya pastiakan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi"
"Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agarkamu bisa kembali kepadaKu; walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu"
Disaat itu, Syurga begitu tenang dan heningnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan:
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?"
"Kamu akan memanggil malaikatmu itu: " IBU " Ingatlah sentiasa kasihsayang dan pengorbanan ibu. Berbakti, berdoa dancintailah dia sepanjangmasa...... Dialah sesatunya harta yang tiada galanggantinya dunia akhirat....
Dan untuk para ibu,ingatlah kisah ini dikala kamu hilang sabar dengankarenah anak-anak yang sedang membesar...sesungguhnya Syurga itu dibawahtelapak kakimu...
Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :-
"Wajahmu denganlinangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, ..dandosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu."
Dia bertanya kepada Tuhan: "Para malaikat disini mengatakan bahawabesok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara sayahidup disana; saya begitu kecil dan lemah ?"
Dan Tuhan menjawab:"Aku telah memilih satu malaikat ntukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi bertanya lagi:"Tetapi disini; didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalahbernyanyi, bermain dan tertawa...Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akanmerasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia"
"Dan bagaimana bisa saya mengerti disaat orang-orang berbicara kepada saya jika saya tidak mengertibahasa mereka?"
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan
penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara berbicara."
"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"
"Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungisaya?"
"Malaikatmu akan melindungimu; walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya"
"Tapi, saya pastiakan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi"
"Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agarkamu bisa kembali kepadaKu; walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu"
Disaat itu, Syurga begitu tenang dan heningnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan:
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?"
"Kamu akan memanggil malaikatmu itu: " IBU " Ingatlah sentiasa kasihsayang dan pengorbanan ibu. Berbakti, berdoa dancintailah dia sepanjangmasa...... Dialah sesatunya harta yang tiada galanggantinya dunia akhirat....
Dan untuk para ibu,ingatlah kisah ini dikala kamu hilang sabar dengankarenah anak-anak yang sedang membesar...sesungguhnya Syurga itu dibawahtelapak kakimu...
Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :-
"Wajahmu denganlinangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, ..dandosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu."
Apa yang kufikirkan...?
Malam semakin larut, bani insan tenggelam dalam mimpi masing2, aku masih disini, berfikir tiada henti, mengapa dunia ini makin kejam, mungkinkah ini balasan dunia pada manusia yang selalu berlaku zalim padanya. Jiwa selalu resah, mengapakah kita perlu resah dan gelisah? Mungkinkah kita telah kehilangan Allah didalam hati. Ya, itu jawapannya, kita telah kehilangan Allah dalam hati, lantas jiwa menjadi gelisah dan tidak tenteram. Lalu dunia ini kita rasakan terlalu kejam, dunia ini selalu tidak menyebelahi kita. Jangan terlalu diikutkan rasa itu, memang dunia ini penjara bagi org mukmin yg sejati. Usah ditanya mengapa, kerana perkara itu lah membuatkan kita berbeza dari makhlukNya yang lain.Benih semangat telah banyak disemai,air nasihat telah banyak dicurah, baja keikhlasan telah banyak ditabur tetapi mengapa pohon keimanan masih juga tidak subur? Muhasabah diri, kerana iman itu pasti tidak bercampur dengan perkara buruk. Perjalanan menuju kejayaan masih jauh, angkat kepalamu, dongaklah, lihat disana, kejayaan menantimu.. Kejayaan itu melambai-lambai menyatakan hasrat mahu memelukmu andai kau berjaya menempuh badai dan gelora perjalanan menuju kesitu. Telah banyak manusia yang gugur didalam perjalanan sukar itu. Tetapi lebih ramai yang telah berjaya sampai ke hujung penantian. Wahai jiwa yang gelisah, kembalilah ke hadrat Tuhanmu Allah, kerana HANYA dengan mengingati Allah jiwa itu akan menjadi tenang... Biarkan orng menyakitimu, biarkan orng menghinamu, biarkan orng melakukan segala2nya padamu, tapi jangan sesekali engkau balas dengan kejahatan, tetapi balaslah dengan senyuman, kerana senyuman itu tanda ketabahan, kerana senyuman itu tanda kesyukuran.. Yang pasti Allah tidak pernah menghina mu, Allah tidak pernah mengabaikanmu, Allah tidak pernah menyakitimu.. Allah menyayangimu, Allah membantumu... Kerana Dia Maha Mengetahui apa yang tersirat didalam hatimu.......... Jiwa yang gelisah.
Labels:
Allah,
fikir,
fikiran,
jiwa gelisah
Thursday, May 29, 2008
Tekanan..
Apa itu tekanan (depression)? Ramai orng yang penulis temui mempunyai tekanan. Disebabkan tekanan ini mereka tidak dapat fokus pada kerja mereka. Zaman sekarang tekanan telah menjadi satu penyakit. Btul bukan? Ya, satu penyakit yang ubatnya datang dari diri kita sendiri. Jangan sesekali memisahkan tekanan dan jiwa kita, kerana dua perkara itu adalah satu perkara yang ada hubung kaitnya. Bagaimana kita memisahkan pokok dari tanah, pasti akan mati pokok itu bukan? Jadi tekanan itu juga satu perkara yang sihat selagi tekanan itu tidak menjadikan kita 'sakit'. Bijaksana dalam menguruskan tekanan adalah satu perkara yang "crucial" atau penting. Jangan sampai jadi gila kerana terlalu trtekan cukup.. Jika tertekan jgn sesekali duduk berseorngan atau duduk didalam bilik yang tertutup. Lihat keluar, bersama masyarakat, pasti anda akan temui orng2 yang menyayangi anda dan menghargai anda. Nah! Disitulah ketenangan itu hadir, di saat itulah tekanan itu manghilang. Jadi jangan tidak-tidak, nak atau tak nak.. Itu saja persoalannya bukan..
Wednesday, May 28, 2008
Mutiara Kata Oleh Kahlil Gibran
"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)
"Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya... Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali?" (Kahlil Gibran)
"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)
"Setetes airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam keberadaan... Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan... ketimbang jika aku hidup menjemukan dan putus asa" (Kahlil Gibran)
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)
"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)
"Kemarilah, kekasihku. Kemarilah Layla, dan jangan tinggalkan aku. Kehidupan lebih lemah daripada kematian, tetapi kematian lebih lemah daripada cinta... Engkau telah membebaskanku, Layla, dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu. Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang telah memutuskan rantai-rantaiku. Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencoba untuk membohongi dan yang telah menyelimuti rahasia-rahasia hatiku. Tutuplah mataku yang meredup ini dengan jari-jemarimu yang berlumuran darah. Ketika jiwaku melayang ke angkasa, taruhlah pisau itu di tangan kananku dan katakan pada mereka bahwa aku telah bunuh diri karena putus asa dan cemburu. Aku hanya mencintaimu, Layla, dan bukan yang lain, aku berpikir bahwa tadi lebih baik bagiku untuk mengorbankan hatiku, kebahagiaanku, kehidupanku daripada melarikan diri bersamamu pada malam pernikahanmu. Ciumlah aku, kekasih jiwaku... sebelum orang-orang melihat tubuhku... Ciumlah aku... ciumlah, Layla..." (Kahlil Gibran)
"Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya... Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali?" (Kahlil Gibran)
"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)
"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)
"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)
"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)
"Setetes airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam keberadaan... Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan... ketimbang jika aku hidup menjemukan dan putus asa" (Kahlil Gibran)
"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)
"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)
"Kemarilah, kekasihku. Kemarilah Layla, dan jangan tinggalkan aku. Kehidupan lebih lemah daripada kematian, tetapi kematian lebih lemah daripada cinta... Engkau telah membebaskanku, Layla, dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu. Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang telah memutuskan rantai-rantaiku. Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencoba untuk membohongi dan yang telah menyelimuti rahasia-rahasia hatiku. Tutuplah mataku yang meredup ini dengan jari-jemarimu yang berlumuran darah. Ketika jiwaku melayang ke angkasa, taruhlah pisau itu di tangan kananku dan katakan pada mereka bahwa aku telah bunuh diri karena putus asa dan cemburu. Aku hanya mencintaimu, Layla, dan bukan yang lain, aku berpikir bahwa tadi lebih baik bagiku untuk mengorbankan hatiku, kebahagiaanku, kehidupanku daripada melarikan diri bersamamu pada malam pernikahanmu. Ciumlah aku, kekasih jiwaku... sebelum orang-orang melihat tubuhku... Ciumlah aku... ciumlah, Layla..." (Kahlil Gibran)
Subscribe to:
Posts (Atom)

